Archive for July, 2007

Tak Selamanya Musik Rock itu Cadas!!!

Sunday, July 29th, 2007

Hari itu adalah hari Jumat tgl 27 July tepatnya jam 11 malem. Segerombolan anak muda gak ada kerjaan yang punya rencana dadakan mau nonton konser ROCK MUSIC disalah satu café di daerah Kemang, Jakarta Selatan tengah berkumpul di salah satu rumah mewah di bilangan Pondok Indah.

Waspadalah! BABEWATCH tidak sama dengan BAYWATCH!

Saturday, July 21st, 2007

A s for age:
32…..akhirnya, nyampe juga gw umur 32, dimana
kata orang, karir sedang menanjak-nanjaknya
(KATA SIAPE TUH, MONYONG!!!!!)

B is for beer of choice:
Pitcher-an…minumnya bareng, tapi yg bayar sebelah
gue…

C is for career right now:
[C] spasi [D] alias CAPE DEH!!

D is for your dog’s name:
Purnomo….(eh buset, nama anjing ape tukang jait
tuh!)

E is for essential item you use everyday:
Wah…barang gue itu2 aja kok….tiap hari jg gue
pake!

F is for favorite TV show at the moment:
Yg banyak paha nya…

G is for favorite game:
Tetris (HA??? TETRIS???)

H is for Home town:

Finland….(biasa dong akh!! gak usah protes!)

I is for instruments you play:
Kentongan Re-Mix, & Kencrengan Extended Version

J is for favorite juice:
Yang under goceng…(buahnya dikit, aer nya dibanyakin)

K is for whose butt you’d like to kick:
Theo Kampung….abis orangnya kampung sih, dakian, tapi sok kece…dakian sih gak papa, tapi sok kece nya itu loh!!!

L is for last place you ate:
Abuba….bah, udah gak enak…gak ada re-fund,
gak ada complimentary, susah ditelen pula!

M is for marriage:
Ha?
Apa?
Maksud loe?
MAKSUD LOAAAHH??!?!?!
AYO JAWAB, APA MAKSUD LOAH!!!!

N is for next trip you will be taking
Paling ke kota cari spare part…bosen gw ke
Singapur mulu…(WHAADDZZIIGG!!)

O is for overnight hospital stays:
Pengen sih, katanya suster2 di Rmh Sakit Pdk Indah pada jago ngesot

P is for people you were with today:
Wah….rata-rata cewe-cewe….biasaaaa…pada
mau curhat (Curhat mulu, tapi gw kagak dijadiin,
sial!)

Q is for quote:
"Arus mudik kali ini terbilang padat, dan
nampaknya di jalur pantura perlu diperhatikan
terutama kendaraan roda dua" (DLLAJR Kawasan
Nagrek)

R is for Biggest Regret:
Waktu nego gaji…

S is for status:
Belum ada perubahan yg relevan dan signifikan…dan belum ada titik terang…semuanya serba gelap……gelap……..it’s dark…

T is for time you woke up today:
Subuh tadi…..jam 11.00

U is for the color of your umbrella:
segala payung aja ditanyain!! Gak ada deh minjem-
minjem…BELI SENDIRI SANA!!!

V is for vegetable you love:
Sawi…sering nongol di mi pangsit gue…

W is for worst habit:
ngantor tiap hari…

X is for x-rays you’ve had:
X rays atau X rated??? BABEWATCH…(weiiitttss,
sangaaarr)….saingannya BAYWATCH…tapi gak
ada berenangnya, pokoke adegan pertama cuman
bisik-bisik, hah-hoh-hah-hoh, banting-banting,
selepat-selepet, tau2 bubar…(eh, ini ngomongin X-
Rays atau X-Rated?!)

Y is for yummy food you ate today:
Sirloin….kangen gw ama kampung halaman…

Z is for zodiac sign:
Kepiting Saos Padang

Reuni Yang Tak kan Terjadi Lagi

Saturday, July 21st, 2007

Namun untuk menenangkan suasana, akhirnya kita foto-foto pake kamera HP….berhasil loh! Mereka berdua agak reda….emang banci kamera ternyata….tapi begitu udah selesai, eh…..ribut lagi!! Mosyo oloooohhh…

Dsc00626_2

Setelah puas makan-makan, tibalah waktunya kita muter-muter…. ternyata keren juga nih Paris Van Java…dan oleh-oleh khas dari mall ini adalah : DONAT JEKO!!! Yaaaaah, donat laghheeeee!!! (Ita juga nih…..IIITTAAAEEE DEEEEHHH!!!)

dari kita….Tapi tu anak marah-marah…

Dsc00632 Intinya sore itu kita bertiga bersenang-senang bersama mengenang masa-masa

Ulang Taon Gue Kali Ini….Beda men!

Sunday, July 15th, 2007

Apa yg kita harapkan dari sebuah perayaan ulang tahun? Banyak orang mengartikan ulang tahun sebagai hari keramat, patut dirayakan, patut di pesta kan, patut bikin selametan, minimal makan-makan.

Memang hal seperti ini sudah umum diseluruh dunia, bahwa ulang tahun adalah suatu manifestasi (opooooo kui manifestasi? Mending juga nasi goreng jalan bakti!) atau bentuk lain dari peringatan bahwa kita telah menapaki jalan hidup kita sampai detik ini, baik berhasil maupun gagal ataupun biasa-biasa aja…

Untuk anak berumur 2-6 tahunan, ulang tahun merupakan ajang dapetin kado dari orang tua maupun teman-temannya, serta mendapatkan perhatian penuh dari para temen-temennya sebagai yang punya hajat. Di usia ini, semua orang berharap kelak sang anak dapat berbakti bagi orang tuanya, pinter disekolahnya, dan terus naik kelas.

Buat usia 17 tahun, merupakan peringatan besar-besaran bagi sebagian orang, bahwa mereka telah memasuki usia remaja dimana kepercayaan penuh telah diberikan oleh kedua orangtuanya untuk belajar menjalani hidupnya sendiri (tentunya secara bertanggung jawab)….tapi buat oom-oom senang, usia 17 mah lagi ranum-ranum nyah! Kata aki-aki, ”Siap untuk di panen”

Beda lagi buat yg merayakan ulang tahunnya di usia 24 tahunan…berarti harapan kedepan adalah karir yang bagus seperti harapan orangtua…minimal udah disuruh2 cepetan lulus kuliah biar gak berat-beratin belanja bulanan!

Sementara usia 28-an, udah disuruh buru-buru kawin (HAHAHAHA!!! GUE MAH UDAH LIWAT!!!)

Bagi yang sudah berumur 40-an, ulang tahun berarti adalah usia dimana sudah diharapkan kemapanan dan tercapai sebagian besar rencananya, serta diharapkan makin menjadi bijaksana terhadap keluarga yang dipimpinnya.

Bagi yang berumur 50 – hingga unlimited, yang diharapkan adalah kesehatan serta panjang umur…umur segini mah, udah gak mungkin diuber-uber disuruh kawin lagi…disuruh check-up mah iya…

Lha…terus buat yg berumur 30-an kayak gue apaan? Nhaaaaa…..itu dia…gue juga gak tau…HAHAHAHA….Sebenernya buat sebagian orang, usia 30 seharusnya karir sedang menanjak-nanjaknya…tapi gak dipungkiri, buat yg sudah berumah tangga, umur segini serba nanggung….anak masih kecil-kecil, pengeluaran makin membesar tapi pemasukan masih segitu-segitu aja….malah udah ada yg terancam cerai (biar mampus!). Yaaa gak seserem itu juga siiih, banyak yg lebih parah (lha???)

Buat diri gue sendiri (sebagai sosok yang mewakili individu yang berulang tahun), gue udah 30 kali lebih ngerayain ulang taon (tepatnya 32 kali)….Yang jelas, makin bertambah umur, makin parno lah gue…HAHAHA…

Sempet terbersit dibenak gue, diumur sebegini jauh (udah seperempat abad lebih men!), karya apa yang sudah diciptakan buat menunjang masa depan gue? Sudah siapkah gue menghadapi 5 tahun berikutnya? Serem emang kalo mikir 5 tahun lagi….5 tahun yg lalu, sepertinya hidup gue penuh dengan tantangan tapi banyak juga suasana menyenangkan yg udah gue lewati. Tapi kalo bicara 5 taon kedepan? Wuidiiihhh….gak kebayang gue…. Namun apapun yg terjadi, suka tidak suka kita harus melewati tahun demi tahun yang ada di depan kita.

Kalo ngebayangin 5 tahun kedepan, rasanya seperti baru pertama kali masuk kuliah, terus udah ngebayangin ”Skripsi kita nanti tentang apa yah?” Mata kuliahnya aja belom dapet, udah ngebayangin skripsi!

Tapi pada saat sidang skripsi itu tiba, toh nilai gue ’A’…bahkan gue lebih menguasai bahan skripsi gue ketimbang dosen pembimbingnya…Berdasarkan pengalaman seperti itu, 5 tahun ke depan buat gue pasti suasananya fun, fun, fun…and more fun…and of course, more challenging.

Pertanyaannya sekarang bukan ”Mau apa 5 tahun lagi dengan kehidupan loe” tetapi pertanyaan tersebut menjadi terbalik ”Apa yang sudah loe siapkan buat menyambut 5 tahun kedepan?”

Pertanyaan ini menggangu gue selama kurun 2 tahun terakhir….Gue udah ngapain aja ya? Apa udah cukup puas dengan skill gue sekarang? Apa udah cukup puas dengan keadaan sekarang? Dan….apa gue sudah cukup membalas budi bagi kedua orang tua gue?

Mungkin kedua orang tua gue gak mengharapkan banyak selain gue berhasil menempuh karir dan hidup mandiri, punya tabungan cukup dan punya istri yang baik.

Tapi yang menjadi dasar pemikiran gue yang paling mendalam adalah; apakah gue sudah menjadi pemenang dalam hidup gue? Apakah semua ujian-ujian hidup sudah gue lewati dengan bijak, atau justru gue hindari?

Gue udah banyak ngeliat disekitar gue kumpulan orang-orang yang merasa dirinya kalah (Totally Looser) dimana kerjaannya memang cuman meratapi keadaannya yang terlahir serba kurang. Dan mereka gak ada inisiatif untuk berkembang selain mengasihani diri mereka sendiri dan mengharapkan keajaiban turun dari langit.

Ada juga golongan yg gue sebut Happy Looser. Keadaan mereka gak enak-enak amat, tapi mereka cukup happy dengan hidupnya yang serba kurang….walaupun kebahagiaan mereka terkesan agak dipaksakan (istilahnya, bersenang-senang diatas penderitaannya sendiri), tetapi mereka memang sudah cukup puas dengan pencapaian mereka.

Prinsip yang dipakai biasanya ”Let The Wind Blows” atau “Ora Ngoyo, alias terserah-terserah aja mau jadi apa hari ini, dan gak usah pusing ama besok…toh yg namanya rejeki pasti ada. Gak salah sih dengan kumpulan orang macam ini…setidaknya mereka punya pandangan yang positif bahwa hidup itu gak susah-susah amat….tinggal dilewati…kalo mati toh, tinggal dikubur. Kan mati gak membawa harta duniawi.

Tapi ada juga yang unik, dan ini banyak buanget gue liat….tiap hari kerjaannya ngeluh dan ngomel karena tidak puas terhadap kehidupan dan lingkungan mereka, baik terhadap karir dikantor, kehidupan berumah tangga, kehidupan berpasangan, dll.

Intinya, mereka gak suka dengan kehidupannya. Uniknya lagi, mereka hanya mengerjakan sesuatu yang disukainya yaitu: COMPLAIN. Dari yang awalnya hanya complain, biasanya berkembang menjadi 2 babak terakhir; Kalo gak curhat, mereka bikin acara gosip show….Apa yang ada didepan matanya pasti musibah. Mereka berharap semua orang berpandangan sama dengan dirinya. Pandangan merekalah yang terbaik.

Tapi, ada satu golongan orang diluar kebiasaan…dan kumpulan ini emang agak aneh dari masyarakat umum…ciri-cirinya yg terlihat adalah, mereka bersemangat…seolah tidak ada masalah berarti yang menghadang mereka.

Setiap kali gue temui orang macam ini, matanya selalu berkilat-kilat dan menandai bahwa mereka hidup, bahwa didalam diri mereka terdapat energi tersembunyi yang tidak akan pernah habis, dan mereka selalu bersikap optimis.

Di dalam hidup gue selama 30 tahun, gue menemukan dan kenal secara pribadi orang model seperti ini gak lebih dari 10 orang (yang jelas bukan lo-lo pade! Ndeso!!)….dikit banget emang, malah kayaknya kurang dari 10. Mereka diciptakan seolah memiliki energi yg berlebihan.

Beban hidup mereka kadang berat, bahkan lebih berat dari orang rata-rata…tapi mereka punya semangat juang yang sangat tinggi, sehingga tidak terlihat bahwa mereka sedang memikul beban yang sangat berat. Acap kali semangat mereka menular pada saat kita duduk disebelahnya.

Mereka memandang dirinya istimewa dalam segala keterbatasannya. Mereka sangat mengetahui kekuatan mereka sebesar 200% (bukan berarti sombong…apa yg mau disombongken? Wong katro gitu!). Setiap nada suara yang dikeluarkan dari mulutnya, adalah semburan kata-kata bersemangat…gak ada istilah kalah dalam benak mereka. Kalah hanya merupakan ajang untuk koreksi diri, bukan untuk diratapi.

Mereka gak kenal takut. Dari cara mereka berjalan seolah menunjuk kan kepada dunia, bahwa Dunia Diciptakan Untuk Mereka…latar belakang mereka beraneka ragam. Dari yang biasa-biasa aja, sampe yang unik & spesifik. Mereka tau tujuan hidupnya, dan mereka menempuh cara-cara yang kadang gak terpikirkan oleh orang-orang biasa. Mereka memiliki harapan yang sangat besar terhadap masa depan.

Duduk disebelah orang seperti ini, terasa bahwa dunia sebenernya hanya seperti permainan saja…kadang kita menang, kadang kita kalah. Dan wasit dari permainan itu sebenernya kita sendiri.

Kita sendiri yang berpikiran bahwa kita menang, dan kita sendiri yang berpikiran bahwa kita kalah. Dan kumpulan orang-orang ini tahu benar posisi mereka ada dimana, karena merekalah yang mengatur hidup. Bukan hidup yang mengatur mereka.

Walaupun mereka sedang frustasi, mereka selalu berpikir selalu masih ada kesempatan. Mereka beranggapan, pecundang adalah orang yang mengalami 1000 kali kegagalan dan berhenti. Sementara pemenang adalah orang yang 1000 kali gagal, namun selalu mencoba satu kali lagi….satu kali lagi….dan satu kali lagi….hingga berhasil.

Sayangnya, kita gak pernah tau apa yang ada diisi otak mereka kecuali semangat yang terpancar dari sikap & wajahnya…mental mereka terbuat dari baja solid, fisik mereka seolah terbuat dari beton bertulang…kalaupun penampilan badan mereka kerempeng, tapi mereka tidak pernah merasa sakit…ngalahin temen gue yang badannya segede kulkas, tapi minimal sebulan 5 kali gak masuk kantor…

Hidup kita adalah pilihan kita sendiri….pilihan mengenai bagaimana kita mau bersikap menghadapi hidup kita dan mau menjadikan hidup kita seperti apa. Pada saat manusia lahir, semua manusia sama…bentuknya kecil, imut, tanpa busana. Namun pada saat mati, tidak ada manusia yang sama…ada yang meninggal sebagai Presiden, ada yang meninggal sebagai direktur, ada juga yang meninggal sebagai pegawai biasa, sebagai koruptor, copet….bahkan dukun santet…

Masa depan kita memang tergantung dari cara kita berpikir….dan ini yang berat. Gak semua orang mau merubah pola mereka berpikir. Banyak orang berpikir ingin merubah hidup, tapi mereka gak berusaha mengubah pola berpikir (Termasuk gue…hehehe)

Ibaratnya kalo ada pertanyaan, ”Siapa mau masuk surga?” pasti semua orang angkat tangan. Begitu ada pertanyaan, ”Siapa yang hari ini bersedia mati?” Pasti langsung pada senyum-senyum. Kalo ada yg tetep tunjuk tangan, berarti tu orang emang udah frustasi berat…kayaknya abis ditinggal kabur ama mantannya, trus duitnya dikuras, dan terakhir difitnah…karena fitnah lebih kejam daripada pembunuhan…udahlah, mending bunuh diri aja daripada nunggu mati (Lah, ini ngomongin apa seh!)

Harapan gue sekarang, mumpung gue baru ulang taon neh, gue cuman pengen jadi pemenang dalam hidup gue. Bukan jadi orang yang mau menang sendiri, tapi gue pengen mengalahkan diri gue sendiri. Karena musuh terbesar dalam hidup gue, bukan boss gue (anjis, curhat colongan!) melainkan diri gue sendiri. Merubah nasib itu gampang….yang sulit adalah merubah kebiasaan. Karena jika kebiasaan kita berubah, otomatis nasib kita juga berubah. Semoga gue bisa berubah…..