Ulang Taon Gue Kali Ini….Beda men!

Apa yg kita harapkan dari sebuah perayaan ulang tahun? Banyak orang mengartikan ulang tahun sebagai hari keramat, patut dirayakan, patut di pesta kan, patut bikin selametan, minimal makan-makan.

Memang hal seperti ini sudah umum diseluruh dunia, bahwa ulang tahun adalah suatu manifestasi (opooooo kui manifestasi? Mending juga nasi goreng jalan bakti!) atau bentuk lain dari peringatan bahwa kita telah menapaki jalan hidup kita sampai detik ini, baik berhasil maupun gagal ataupun biasa-biasa aja…

Untuk anak berumur 2-6 tahunan, ulang tahun merupakan ajang dapetin kado dari orang tua maupun teman-temannya, serta mendapatkan perhatian penuh dari para temen-temennya sebagai yang punya hajat. Di usia ini, semua orang berharap kelak sang anak dapat berbakti bagi orang tuanya, pinter disekolahnya, dan terus naik kelas.

Buat usia 17 tahun, merupakan peringatan besar-besaran bagi sebagian orang, bahwa mereka telah memasuki usia remaja dimana kepercayaan penuh telah diberikan oleh kedua orangtuanya untuk belajar menjalani hidupnya sendiri (tentunya secara bertanggung jawab)….tapi buat oom-oom senang, usia 17 mah lagi ranum-ranum nyah! Kata aki-aki, ”Siap untuk di panen”

Beda lagi buat yg merayakan ulang tahunnya di usia 24 tahunan…berarti harapan kedepan adalah karir yang bagus seperti harapan orangtua…minimal udah disuruh2 cepetan lulus kuliah biar gak berat-beratin belanja bulanan!

Sementara usia 28-an, udah disuruh buru-buru kawin (HAHAHAHA!!! GUE MAH UDAH LIWAT!!!)

Bagi yang sudah berumur 40-an, ulang tahun berarti adalah usia dimana sudah diharapkan kemapanan dan tercapai sebagian besar rencananya, serta diharapkan makin menjadi bijaksana terhadap keluarga yang dipimpinnya.

Bagi yang berumur 50 – hingga unlimited, yang diharapkan adalah kesehatan serta panjang umur…umur segini mah, udah gak mungkin diuber-uber disuruh kawin lagi…disuruh check-up mah iya…

Lha…terus buat yg berumur 30-an kayak gue apaan? Nhaaaaa…..itu dia…gue juga gak tau…HAHAHAHA….Sebenernya buat sebagian orang, usia 30 seharusnya karir sedang menanjak-nanjaknya…tapi gak dipungkiri, buat yg sudah berumah tangga, umur segini serba nanggung….anak masih kecil-kecil, pengeluaran makin membesar tapi pemasukan masih segitu-segitu aja….malah udah ada yg terancam cerai (biar mampus!). Yaaa gak seserem itu juga siiih, banyak yg lebih parah (lha???)

Buat diri gue sendiri (sebagai sosok yang mewakili individu yang berulang tahun), gue udah 30 kali lebih ngerayain ulang taon (tepatnya 32 kali)….Yang jelas, makin bertambah umur, makin parno lah gue…HAHAHA…

Sempet terbersit dibenak gue, diumur sebegini jauh (udah seperempat abad lebih men!), karya apa yang sudah diciptakan buat menunjang masa depan gue? Sudah siapkah gue menghadapi 5 tahun berikutnya? Serem emang kalo mikir 5 tahun lagi….5 tahun yg lalu, sepertinya hidup gue penuh dengan tantangan tapi banyak juga suasana menyenangkan yg udah gue lewati. Tapi kalo bicara 5 taon kedepan? Wuidiiihhh….gak kebayang gue…. Namun apapun yg terjadi, suka tidak suka kita harus melewati tahun demi tahun yang ada di depan kita.

Kalo ngebayangin 5 tahun kedepan, rasanya seperti baru pertama kali masuk kuliah, terus udah ngebayangin ”Skripsi kita nanti tentang apa yah?” Mata kuliahnya aja belom dapet, udah ngebayangin skripsi!

Tapi pada saat sidang skripsi itu tiba, toh nilai gue ’A’…bahkan gue lebih menguasai bahan skripsi gue ketimbang dosen pembimbingnya…Berdasarkan pengalaman seperti itu, 5 tahun ke depan buat gue pasti suasananya fun, fun, fun…and more fun…and of course, more challenging.

Pertanyaannya sekarang bukan ”Mau apa 5 tahun lagi dengan kehidupan loe” tetapi pertanyaan tersebut menjadi terbalik ”Apa yang sudah loe siapkan buat menyambut 5 tahun kedepan?”

Pertanyaan ini menggangu gue selama kurun 2 tahun terakhir….Gue udah ngapain aja ya? Apa udah cukup puas dengan skill gue sekarang? Apa udah cukup puas dengan keadaan sekarang? Dan….apa gue sudah cukup membalas budi bagi kedua orang tua gue?

Mungkin kedua orang tua gue gak mengharapkan banyak selain gue berhasil menempuh karir dan hidup mandiri, punya tabungan cukup dan punya istri yang baik.

Tapi yang menjadi dasar pemikiran gue yang paling mendalam adalah; apakah gue sudah menjadi pemenang dalam hidup gue? Apakah semua ujian-ujian hidup sudah gue lewati dengan bijak, atau justru gue hindari?

Gue udah banyak ngeliat disekitar gue kumpulan orang-orang yang merasa dirinya kalah (Totally Looser) dimana kerjaannya memang cuman meratapi keadaannya yang terlahir serba kurang. Dan mereka gak ada inisiatif untuk berkembang selain mengasihani diri mereka sendiri dan mengharapkan keajaiban turun dari langit.

Ada juga golongan yg gue sebut Happy Looser. Keadaan mereka gak enak-enak amat, tapi mereka cukup happy dengan hidupnya yang serba kurang….walaupun kebahagiaan mereka terkesan agak dipaksakan (istilahnya, bersenang-senang diatas penderitaannya sendiri), tetapi mereka memang sudah cukup puas dengan pencapaian mereka.

Prinsip yang dipakai biasanya ”Let The Wind Blows” atau “Ora Ngoyo, alias terserah-terserah aja mau jadi apa hari ini, dan gak usah pusing ama besok…toh yg namanya rejeki pasti ada. Gak salah sih dengan kumpulan orang macam ini…setidaknya mereka punya pandangan yang positif bahwa hidup itu gak susah-susah amat….tinggal dilewati…kalo mati toh, tinggal dikubur. Kan mati gak membawa harta duniawi.

Tapi ada juga yang unik, dan ini banyak buanget gue liat….tiap hari kerjaannya ngeluh dan ngomel karena tidak puas terhadap kehidupan dan lingkungan mereka, baik terhadap karir dikantor, kehidupan berumah tangga, kehidupan berpasangan, dll.

Intinya, mereka gak suka dengan kehidupannya. Uniknya lagi, mereka hanya mengerjakan sesuatu yang disukainya yaitu: COMPLAIN. Dari yang awalnya hanya complain, biasanya berkembang menjadi 2 babak terakhir; Kalo gak curhat, mereka bikin acara gosip show….Apa yang ada didepan matanya pasti musibah. Mereka berharap semua orang berpandangan sama dengan dirinya. Pandangan merekalah yang terbaik.

Tapi, ada satu golongan orang diluar kebiasaan…dan kumpulan ini emang agak aneh dari masyarakat umum…ciri-cirinya yg terlihat adalah, mereka bersemangat…seolah tidak ada masalah berarti yang menghadang mereka.

Setiap kali gue temui orang macam ini, matanya selalu berkilat-kilat dan menandai bahwa mereka hidup, bahwa didalam diri mereka terdapat energi tersembunyi yang tidak akan pernah habis, dan mereka selalu bersikap optimis.

Di dalam hidup gue selama 30 tahun, gue menemukan dan kenal secara pribadi orang model seperti ini gak lebih dari 10 orang (yang jelas bukan lo-lo pade! Ndeso!!)….dikit banget emang, malah kayaknya kurang dari 10. Mereka diciptakan seolah memiliki energi yg berlebihan.

Beban hidup mereka kadang berat, bahkan lebih berat dari orang rata-rata…tapi mereka punya semangat juang yang sangat tinggi, sehingga tidak terlihat bahwa mereka sedang memikul beban yang sangat berat. Acap kali semangat mereka menular pada saat kita duduk disebelahnya.

Mereka memandang dirinya istimewa dalam segala keterbatasannya. Mereka sangat mengetahui kekuatan mereka sebesar 200% (bukan berarti sombong…apa yg mau disombongken? Wong katro gitu!). Setiap nada suara yang dikeluarkan dari mulutnya, adalah semburan kata-kata bersemangat…gak ada istilah kalah dalam benak mereka. Kalah hanya merupakan ajang untuk koreksi diri, bukan untuk diratapi.

Mereka gak kenal takut. Dari cara mereka berjalan seolah menunjuk kan kepada dunia, bahwa Dunia Diciptakan Untuk Mereka…latar belakang mereka beraneka ragam. Dari yang biasa-biasa aja, sampe yang unik & spesifik. Mereka tau tujuan hidupnya, dan mereka menempuh cara-cara yang kadang gak terpikirkan oleh orang-orang biasa. Mereka memiliki harapan yang sangat besar terhadap masa depan.

Duduk disebelah orang seperti ini, terasa bahwa dunia sebenernya hanya seperti permainan saja…kadang kita menang, kadang kita kalah. Dan wasit dari permainan itu sebenernya kita sendiri.

Kita sendiri yang berpikiran bahwa kita menang, dan kita sendiri yang berpikiran bahwa kita kalah. Dan kumpulan orang-orang ini tahu benar posisi mereka ada dimana, karena merekalah yang mengatur hidup. Bukan hidup yang mengatur mereka.

Walaupun mereka sedang frustasi, mereka selalu berpikir selalu masih ada kesempatan. Mereka beranggapan, pecundang adalah orang yang mengalami 1000 kali kegagalan dan berhenti. Sementara pemenang adalah orang yang 1000 kali gagal, namun selalu mencoba satu kali lagi….satu kali lagi….dan satu kali lagi….hingga berhasil.

Sayangnya, kita gak pernah tau apa yang ada diisi otak mereka kecuali semangat yang terpancar dari sikap & wajahnya…mental mereka terbuat dari baja solid, fisik mereka seolah terbuat dari beton bertulang…kalaupun penampilan badan mereka kerempeng, tapi mereka tidak pernah merasa sakit…ngalahin temen gue yang badannya segede kulkas, tapi minimal sebulan 5 kali gak masuk kantor…

Hidup kita adalah pilihan kita sendiri….pilihan mengenai bagaimana kita mau bersikap menghadapi hidup kita dan mau menjadikan hidup kita seperti apa. Pada saat manusia lahir, semua manusia sama…bentuknya kecil, imut, tanpa busana. Namun pada saat mati, tidak ada manusia yang sama…ada yang meninggal sebagai Presiden, ada yang meninggal sebagai direktur, ada juga yang meninggal sebagai pegawai biasa, sebagai koruptor, copet….bahkan dukun santet…

Masa depan kita memang tergantung dari cara kita berpikir….dan ini yang berat. Gak semua orang mau merubah pola mereka berpikir. Banyak orang berpikir ingin merubah hidup, tapi mereka gak berusaha mengubah pola berpikir (Termasuk gue…hehehe)

Ibaratnya kalo ada pertanyaan, ”Siapa mau masuk surga?” pasti semua orang angkat tangan. Begitu ada pertanyaan, ”Siapa yang hari ini bersedia mati?” Pasti langsung pada senyum-senyum. Kalo ada yg tetep tunjuk tangan, berarti tu orang emang udah frustasi berat…kayaknya abis ditinggal kabur ama mantannya, trus duitnya dikuras, dan terakhir difitnah…karena fitnah lebih kejam daripada pembunuhan…udahlah, mending bunuh diri aja daripada nunggu mati (Lah, ini ngomongin apa seh!)

Harapan gue sekarang, mumpung gue baru ulang taon neh, gue cuman pengen jadi pemenang dalam hidup gue. Bukan jadi orang yang mau menang sendiri, tapi gue pengen mengalahkan diri gue sendiri. Karena musuh terbesar dalam hidup gue, bukan boss gue (anjis, curhat colongan!) melainkan diri gue sendiri. Merubah nasib itu gampang….yang sulit adalah merubah kebiasaan. Karena jika kebiasaan kita berubah, otomatis nasib kita juga berubah. Semoga gue bisa berubah…..

7 Responses to “Ulang Taon Gue Kali Ini….Beda men!”

  1. Anton Says:

    happy bd loy ! gw doakan panjang umur & banyak rejeki.

    tapi soal enteng jodoh, wah, berat banget doain yg satu ini buat elo, bisa habis semua lilin di gua maria blok Q, kasihan org lain yg doanya lebih besar kemungkinannya dikabulkan

    -ngacir-

  2. Nicky Says:

    nih yg ngetik kayak bukan alloy sesungguhnya… huehhee..hepy beldsdey ya.. enteng jodoh aja

  3. arief Says:

    ternyata loe bisa juga nulis sesuatu yang serius…. gak nyangka…..

  4. Stephanie Says:

    Ya, Olloh..!
    Loe ultah kagak bilang2.. untung gue mampir kesini..
    Ya untung di gue, apes di elo.. berhubung ultah loe udah rada expired dikit kagak bisa gue traktir es krim (andaikata tau juga gue gak akan traktir loe es krim soalnya gue sementara ini gak boleh makan yang dingin2 sampe chemo gue kelar..!!)

    Anyway, Happy Belated Birthday.. Panjang umur..
    Gue yakin 1000% rejeki loe nomplok (Alloy gitu.. kalo gak bisa ngelobi gila aja..), dan gak jomblo. Ya jomblo juga gak papah.. itung2 nemenin gue yang jomblo sekarat.. hahahahahahaha..
    HUSH! Ketawa lebat bener..
    Anyway, Mbok ya laen kali kalo kenalin gue sama orang yang agak “beres” dikit gitu.. Masa’ hidupnya harus gue lurusin juga..
    Kalo loe kenalin gue sama yang waras2 kan loe juga dapet yang waras2.. hehehehehhee…

  5. dwiAgus Says:

    masyooloh,… mantap amat tulisannya.
    Keren

  6. Sugartina Says:

    wedeeeehhh… keren jg isi otaklo man… lo ga lg kesambet kan? hahaha… gutlak!

  7. Vera Says:

    Waduh TOP dech ma tulisannya,sering2 aza yaa,seneng aza bacanya,suka bikin ketawa plus mikir^^…you’re good entertainer

Leave a Reply